ES TEH! ES TEH!

8:19 PM Iffa Karina 4 Comments

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuuh :)

Selamat malam Minggu! :) Bukan selamat malam-minggu loh. Tapi mengucapkan malam pada hari minggu karena besok adalah hari Senin yang... cukup menyenangkan.

First of all, besok masuk SIANG! Like... Subhanallah :') Monday has never been this awesome! Haha, lebay banget sih. Habisnya, tiba-tiba banget hari senin yang biasa full dari pagi sampe sore (For me : sampe magrib), masuknya siang! Walaupun roman-romannya aku bakal tetep pulang magrib bakal lebih malem hahaha.

So, this weekend is like TOTAL weekend. No class, no organization event, no going somewhere fun with friends or family. Um, that doesn't make it a 'weekend' does it? Hahaha.

Sabtu kemaren i was just spending my time at home. Boring...

Dan minggu! Hari ini!

Aku bangun pagi dengan segar, menengok HP, menemukan sms dari Jeje.

"Kami dari HATI medisina mau jualan loh di GSP! Kalo ada yang mau ikut dateng aja yah!"

Kurang lebih begitu isi smsnya. Maklum lah... udah diapus smsnya gara-gara full.


Dari pada ngendep lumutan+jamuran di rumah aku mengiyakan tawaran Jeje. So, aku disuruh ke gazebo jam setengah 8. Dan aku baru nyampe gazebo sekitar jam... setengah 9? Atau lebih? Huahaha. Well, ceritanya panjang. Gakperlu dibahas disini.

Intinya, disana kita menunggu kedatangan air panas. Ya. Air panas. Apakah kita menunggu hujan air panas? Tentu saja tidak, karena itu sangat menakutkan. Kita menunggu "teman" Yunita membawakan air panas dari rumahnya, di deket Gembira Loka. Okay, that WAS far. Dan kenapa "teman" Yunita harus diberi tanda kutip? Well, figure out yourself hahaha #Jahat #senyumsneaky

Setelah "teman" Yuyun dateng, kita (Yuyun dan Jeje, aku cuma menonton wkwk) membuat teh dengan semangatnya. Dan aku jalan kaki buat beli aqua 1,5 liter. Berasa pelantikan hahaha.

Tea's ready! Kita beres-beres dan capcus ke GSP. Naaah, kita gak jadi ke GSP. Udah sepi tjoy. So, our next target is... SUNMOR!

Apa itu Sunmor? Matahari mor? Bukan bukan. Sunmor merupakan singkatan dari "Sunday Morning". Bisa ditebak adanya sunmor tiap hari apa. RABU! Ya bukan lah -_- Minggu pagi, tiap minggu pagi pasar kecil (sebenernya gak kecil, PANJANG) ini memenuhi keinginan pengunjung serta kawala-kawala muda yang baru olahraga kecil di GSP untuk menyantap sarapan nikmat, membeli baju-baju yang trendy serta gaul, sampai stiker-stiker buat di tembok kamar kita.

Sunmor ini terletak di sepanjang jalan... apa ya nama jalannya? Pokoknya, kalo kamu mau ke peternakan, di sana lah sunmor dimulai, sepanjang jalan kenangan sampai arah perempatan pombensin sagan. Cukup jauh bukan?

Ohya, ceritanya begini. Kami berlima, ada aku, Yunita, Jeje, Isa dan Fika.

Ngomong-ngomong, aku bukan dari divisi HATI (usaHA dan markeTIng), aku dari proart (produksi dan artistik), cuma pengen ikut aja sekalian ngebantuin ;3 Sedangkan Isa juga bukan HATI, bahkan bukan Medisina, bahkan bukan anak FK, bahkan bukan anak UGM. Loh? Yep, dia temen sekelasnya Jeje waktu SMA, sekarang kuliah di UNDIP. Dan sedang menikmati liburan di rumah sahabatnya yang justru dibawa ke Sunmor buat disuruh jualan wkwk.

Ulangi lagi, kami berlima. Sementara motornya cuma dua. Helmnya cuma 4. Piye? Untung ada "temen"nya Yunita! Hahaha :))

Sampai di Masjid Kampus. Dan ada kondangan wkwk. Mana aku pakek kaos sama training doang lagi alay banget.

Terus! Kita ngadem di sisi belakang maskam, menyiapkan teh. Naro es di cup, nempatin tehnya, tutup cupnya, tojos(?) pakek sedotan... dan THIS IS IT! Es teh manis ala medisina! Doenggg... absurd abis.

Pas kita lagi nempat-nempatin, ada bapak-bapak jualan brondong. Bukan brondong anak yang lebih muda dari kita loh. Pft. Brondong jagung!

"Brondong jagung! Brondongnya neng?"
"Maunya brondong cowok ganteng pak! Ups." "Es teh pak!" Kata Fika. Huahaha

Akhirnya bapak-bapak (penjual) brondong itu pergi setelah menebar tawanya.

Selesai nempatin... kita mau siap-siap. Nyiapin uang receh dan sebagainya. Eh, tiba-tiba...

"Mbak, beli es teh."

EEEH?

Subhanallah Alhamdulillah Allahu Akbar! Baru mau jualan udah ada yang beli :') Nikmat Allah bener-bener luar biasa.

Belinya dua lagi, buat ceweknya juga. Ngomong-ngomong tadi itu mas-mas. Makasih ya mas-mas, guanteng pisan! *digeplak ceweknya* Haha, becanda mbak. Wong aku udah gak inget muka masnya itu lagi, bahkan setelah masnya pergi dari hadapan cewek-cewek kece ini.

Setelah itu, team up! Aku sama yunita. Dan Jeje bersama Isa. Loh? Fikanya kemana? Ia sudah lelah setelah magang HIMIKA. ._.)9 Jadinya dia sekalian jagain barang-barang yang rempong nan buanyak itu (read : perlengkapan buat bikin teh)

Jeje dan Isa menawarkan Es Teh di sekitar maskam. Eh, iya gak sih? Sementara aku dan Yunita hendak menyusuri Sunmor yang panjangnya luar binasa itu. Kami mulai dari tengah, ke arah peternakan.

"Es teh! Es teh!" Giliran Yunita yang membawa nampan berisi sembilan gelas es teh manis. Sedangkan aku membawa dompet berisi uang kembalian, juga berteriak "es teh! es teh! Es tehnya mas, mbak, pak, bu. Dibeli es teh! Es teh!"

Dan jualan es teh tak sesederhana yang kalian bayangkan hahaha. Karena, lumayan banyak pedangan sunmor yang jualan es teh. Lucunya, ketika kita teriak "es teh! Es teh!" Eh taunya lewat mahasiswa lain (probably another danus) yang juga jualan es teh wohoho. Awkward sekali. Tapi setelah itu kita malah giggling gaje. Kemudian berteriak "Es teh! Es teh!"

Begitu seterusnya sampe peternakan. Wew, kita sudah berjalan cukup jauh. Nyampe ujung, dan kita kembali ke arah lembah.

"Es teh manis! Es teh seger!" Aku berteriak.

"Depar?" Ucap Yunita.

Yep, ternyata ada Depar disana! Dep, kamu musti beli! Dan Depar beliii! Yipiieee! Tenang aja, Depar gak ngejombs di sunmor, emang Depar gak jomblo ya wkwk #ups Dia bareng temennya dan akhirnya mereka beli dua gelas! Huraay!

"Es teh! Es teh!"

Kerongkonganku mulai kering. Keringat membasahi punggung. Panas. Terik. Namun aku tetap berteriak "es teh" sambil tersenyum gaje.

Bahkan kebanyakan ngomong es teh di pagi menjelang siang itu, sampe-sampe aku bingung, es teh tuh apa ya? Like, seriously. Coba aja kamu ngomong es teh berkali-kali, dan kamu pasti ngerasa aneh sama kata "Es Teh". Bahkan mungkin tadi aku gak sengaja ngomong "et seh"? Entahlah. Huahaha.

Kita masih berjalan menuju pom bensin sagan. Setelah dirasa cukup jauh, kita balik pulang, dengan sisa tiga gelas es teh yang... esnya sudah mencair... hiks...

Di perjalanan pulang, kita bertemu dengan "teman" Yunita. Dan kita disarankan untuk balik lewat pintu maskam yang ngehadep ke Sunmor. Yowes. Sementara "teman" Yunita berjalan sambil membawakan nampan es teh, Yunita berjalan di sampingnya. Sementara aku? Berjalan sendirian di belakang dua insan itu like totally... jomblo. NO! I'M SINGLE AND VERY HAPPY! *Unjuk gigi*

Sampai di atas (yep, kita menaikki bukit dan aku hampir terpeleset. Actually, no one noticed that hohoho), kita berjalan menuju tempat dimana Fika berada, dan disana udah ada Jeje+Isa. Tiba-tiba ada mbak-mbak yang duduk galau di ujung bukit berkata, "mbak, jualan es teh kan?"

Subhanallah!

"Mau beli berapa mbak?"
"Satu aja."
"Tapi es nya udah cair mbak."
"Ya gakpapa, saya malah maunya yang gak dingin."

Alhamdulillah! Dan, mbaknya gak nanya harga! Atau aku yang gak denger? huahahaha.

Setelah menerima uang dan mengembalikan sisanya, kita berjalan dengan dua cup es teh di atas nampan. Satu untukku dan satu untuk yunita. Setelah menelan sedikit cairan berwarna coklat bening manis nan (cukup) dingin itu, aku merasa... lelah. Bukan gara-gara minum es teh. Tanganku gemeteran coba! Mungkin gara-gara kelamaan megang nampan? Tapi yang lain juga gitu dan tangan mereka gak gemeteran. Atau aku yang gak nyadar? Abaikan.

Setelah itu kita beres-beres dan (menunggu ibu jemput) pulang!

Huff, what a sunday morning! Menyenangkan sih. Apalagi mas-mas yang pertama beli dan mbak-mbak yang (galau) terakhir beli. Bener-bener bikin seneng! Makasih loh mas, mbak! :)

Jualan itu susah. Ya, gampang sih kalo udah bermerk dan terkenal. Tapi pasti ada kendalanya. Yah, mungkin aku akan lebih sering beli jualan anak-anak danus... Mungkin loh mungkin. Kalo dompetku kosong mlompong di kantongku juga ada uang yang cukup buat pulang/makan siang yo piye? ._.)9

Dan ngomong-ngomong, entar aku bakal (AAMIIN) jadi bagian dari Divisi Kewirausahaan HIMAGIKA! Well, baru wawancara dan belum diumumin sih... Tapi, semoga diterima ^/\^

Sudahi kisah minggu pagi yang seru kali ini. Dan... besok senin ajaib! Uyeay! See you on the next post!

Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuuh :)

You Might Also Like

4 comments:

  1. wooww acara jualan yg seru ya :D asik banget deh bisa jualan bareng sama temen2 gitu, eh maksudnya"temen" itu pasti pacar kann?? kenapa ga ditulis pacar? *kepo*

    oya salam kenal ya kak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyep :) Jadi tau susahnya nyari uang hehehe :3

      iya bukan yaaa hihihi salam kenal juga :)

      Delete
  2. Hi wah saya juga suka sama es Teh. Kadang disebutnya menjadi TEH ES. Heieihiehie. Postingan terbarunya ditunggu ya
    Keep Blogging yeah

    Salam dari Blogger Pontianak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah coba masnya ada pas aku jualan hehehe :3

      salam juga dari blogger jogja huehehehe

      Delete

Coretan atau catatan kecil dari kamu akan sangat berarti buat penulis. Terimakasih :)